Create your blog and photo album with postbit
Create your blog and photo album

Create new post

Content:

Upload a picture:
Tags (keywords separated by comma)

Save Cancel
goldstein12gallegos:   Followers: 0 ; Following: 0


Koleksi Tutorial Penelitian Sampling



Panduan Laporan Ulasan - Di dalam tutorial sebelumnya telah dibahas mengenai populasi dan sampel penelitian juga konsep statistik inferensial yang mendasarinya, Masyarakat dan sampel adalah sesi metodologi statistika yang terkait dengan generalisasi hasil penjelasan. Cara-cara pengambilan sampel tersebut disebut secara teknik sampling. Dengan demikian teknik sampling adalah teladan atau patokan untuk memilih dan menjemput unsur-unsur ataupun anggota-anggota atas populasi untuk digunakan serupa sampel dengan representatif.

Teladan sampling tidak sedikit menggunakan sintesis probabilitas oleh karena itu berdasarkan tekniknya dikategorikan menjadi dua dikenal sebagai probability sampling dan non-probability sampling.

PROBABILITY SAMPLING

Probability sampling ialah teknik sampling dimana pada setiap anggota warga memiliki peluang sama dipilih menjadi sampel. Dengan istilah lain, semua elemen tunggal dari populasi memiliki peluang bukan nol.

Teknik ini melibatkan pengambilan acak (dikocok) mulai suatu populasi. Ada berbagai macam metode probability sampling secara turunan dan variasi masing-masing, namun paling populer sebagai berikut:
Sampling Acak Sedang (Simple Serampangan Sampling)

Sewenang-wenang sampling adalah metode paling dekat secara definisi probability sampling. Pengambilan sampel mulai populiasi berdasar pada acak berdasar pada frekuensi peluang semua bagian populasi.

Sampling Acak Teratur (Systematic Serampangan Sampling)

Pengambilan sampel melibatkan aturan warga dalam rangkaian sistematika unik. Probabilitas pengambilan sampel bukan sama tersungkap dari kesesuaian frekuensi pada setiap anggota komunitas.

Sampling Stratifikasi (Stratified Sampling)

Populasi dibagi ke di dalam kelompok struktur dan lalu mengambil contoh dari tiap kelompok terserah kriteria yang ditetapkan. Contohnya, populasi dibagi ke pada anak-anak dan orang tua lalu memilih masing-masing wakil atas keduanya.

Sampling Rumpun (Cluster Sampling)

Masyarakat dibagi di dalam group kewilayahan lalu memilih wakil tiap-tiap kelompok. Misalnya, masyarakat adalah Jawa Tengah lantas sampel diambil dari tiap-tiap kabupaten. Dapat juga batas-batas gunung, darat dan sebagainya.

informasi selanjutnya Sampling Bertahap (Multistage Sampling)
Pengambilan sampel memakai lebih dari satu sistem probability sampling. Misalnya, menggunakan metode stratified sampling di tahap pertama kemudian patokan simple serampangan sampling dalam tahap kedua dan berikutnya sampai merebut sampel yang diinginkan.

Kemungkinan Proporsional Ukuran Sampling (Probability Proportional to Size Sampling)

Probabilitas pengambilan sampel setimpal dengan tolok ukur sampling bahwa sampel dipilih secara setakar dengan standar total komunitas. Ini merupakan bentuk multistage sampling pada tahap baru dan lantas random sampling di tara kedua, namun jumlah contoh sebanding dengan ukuran populasi.

NON-PROBABILITY SAMPLING

Teknik non-probability sampling kalau setiap bagian populasi punya peluang nol. Artinya, pengambilan sampel didasarkan kriteria khusus seperti judgment, status, kuantitas, kesukarelaan dan sebagainya.

Ada bermacam-macam metode non-probability sampling secara turunan serta variasinya, namun paling naik daun sebagai berikut:
Sampling Sero (Quota Sampling)

Mirip stratified sampling yaitu berdasarkan rasio ciri-ciri tertentu untuk meninggalkan bias. Misalnya, jumlah contoh laki-laki 50 orang jadi sampel perempuan juga 50 orang.

Sampling Kebetulan (Accidental Sampling)

Pengambilan sampel berdasar pada kenyataan bahwa itu kebetulan muncul. Misalnya, masyarakat adalah pada setiap pegguna orbit, maka pengkaji mengambil ilustrasi dari orang2 yang telanjurkan melintas dalam jalan ini pada waktu pengamatan.

Sampling Purposive (Purposive or Judgemental Sampling)

Pengambilan sampel berdasarkan penyaringan khusus. Pengkaji membuat ukuran tertentu siapa yang dijadikan sebagai punca. Misalnya, Dikau meneliti kejahatan di Metropolis Semarang, jadi Anda menangkap informan yakni Kapolresta Semarang, seorang pelaku kriminal serta seorang korban kriminal.

Sampling Sukarela (Voluntary Sampling)

Pengambilan sampel berdasarkan kerelaan untuk berpartisipasi dalam penelitian. Ragam ini paling umum digunakan dalam survei.

Sampling Snowball (Snowball Sampling)

Pengambilan contoh berdasarkan penelusuran sampel sebelumnya. Misalnya, penelitian tentang muslihat bahwa sumber informan mula-mula mengarah mendapatkan informan ke-2 lalu informan ke 3 dan seterusnya.

Post by goldstein12gallegos (2017-01-04 01:39)

Post your comment:

Name: Email: Site:


| Explore users | New posts | Create your blog | Create your photo album |
| About Postbit | Our blog | Terms of use | Contact Postbit |


Copyright © 2018 - postbit.com